Contoh Surat Lamaran Pekerjaan Dan Tips Menulis Yang Baik Dan Benar

By | November 12, 2019

Tips Menulis Lamaran Pekerjaan Yang Baik

Contoh Surat Lamaran Pekerjaan – Surat Lamaran Pekerjaan adalah wajah Anda ketika melamar di perusahaan karena biasanya sebelum mengundang untuk wawancara perusahaan akan melihat surat lamaran dan juga berkas Anda terlebih dahulu.

Keprofesionalan dan antusiasme Anda dalam melamar pekerjaan di perusahaan tersebut bisa dinilai dari bagaimana cara Anda menulis surat lamaran.

Secara umum menulis surat lamaran kerja yang baik syaratnya adalah sebagai berikut:

1. Menggunakan bahasa yang baik dan sopan.

Menggunakan bahasa formal adalah wajib hukumnya karena Anda berbicara dengan orang yang profesional.

Hindari menggunakan bahasa yang tidak baku, cek jika ada penulisan yang salah eja atau tidak, dan tidak menggunakan singkatan serta perhatikan penggunaan tanda baca.

2. Formatnya terlihat rapi.

Oleh karena itu sebaiknya diketik daripada ditulis manual. Kecuali jika perusahaan Anda meminta surat lamaran yang ditulis tangan karena HRD juga bisa melihat karakter seseorang dari tulisan tangannya.

3. Hindari menggunakan bahasa yang bertele-tele.

Surat lamaran sebaiknya hanya ditulis cukup dalam satu lembar saja. Sehingga gunakan bahasa yang sopan namun tidak bertele-tele dan banyak basa basi.

Surat lamaran hanya untuk mendeskripsikan diri Anda secara umum sehingga detailnya bisa ditulis pada CV.

4. Melampirkan surat atau dokumen yang disyaratkan perusahaan.

Biasanya dokumen yang dibutuhkan adalah CV, ijazah, transkrip nilai, KTP, dan juga sertifikat pendukung.

Tips Untuk Membuat Surat Lamaran Kerja Yang Lebih Menarik

Ketika sebuah perusahaan membuka lowongan pekerjaan tentu bukan hanya Anda saja yang mengirimkan lamaran.

Oleh karena itu surat lamaran kerja yang Anda kirim harus terlihat menarik dan punya nilai yang lebih dibandingkan dengan surat lamaran kerja lainnya.

Untuk membuat surat lamaran kerja yang menarik perhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Penggunaan font yang direkomendasikan

Jenis font yang Anda pilih untuk menulis surat lamaran bisa memberikan pengaruh yang penting bagi HRD untuk mempertimbangkan Anda.

Hindari menggunakan font yang klasik seperti Times New Roman karena font ini dianggap terlalu membosankan.

Namun juga jangan memilih font yang tidak jelas atau tidak terlihat profesional seperti Comic Sans misalnya.

Jenis font yang direkomendasikan antara lain adalah Georgia, Garamond, Helvetica, Calibri, Arial, dan Myriad Pro.

2. Tulis dengan singkat.

Anda tidak perlu menjelaskan sejarah pendidikan Anda pada surat lamaran, prestasi, maupun pencapaian dan pengalaman yang relevan dengan posisi pekerjaan.

Anda hanya punya satu lembar untuk menulis surat lamaran. Detail-detail seperti itu bisa Anda letakkan di CV yang akan dilampirkan pada surat lamaran.

Menulis terlalu panjang akan membuat surat lamaran Anda sulit untuk di-skim dan menambah beban kerja HRD.

3. Tunjukkan harapan Anda untuk dipanggil

Tunjukkan antusiasme dan sikap Anda yang aktif pada bagian akhir surat lamaran.

Nyatakan bahwa Anda menunggu kabar atau pemberitahuan dari HRD dan harapan Anda agar dipanggil.

Diakhiri dengan ucapan terima kasih atas perhatiannya.

4. Hanya sebutkan yang relevan dengan perusahaan

Jika perusahaan yang Anda lamar membutuhkan posisi untuk resepsionis maka tidak ada hubungannya jika Anda menyebutkan prestasi Anda di bidang olahraga berenang.

Di surat lamaran hanya sebutkan pengalaman atau keahlian yang relevan dengan posisi yang dilamar.

Jika tidak terlalu panjang Anda bisa menyebutkan prestasi Anda di bidang lain pada CV atau saat diwawancara.

5. Tanda tangan

Pada bagian penutup, jangan lupa membubuhkan tanda tangan Anda sesuai dengan yang ada di KTP. Tanda tangan menggunakan pulpen, kadang perusahaan juga meminta untuk ditambahkan dengan materai.

Kesalahan Umum Ketika Menulis Surat Lamaran Pekerjaan

Agar surat lamaran kerja Anda bisa menarik perhatian HRD dan dipanggil untuk wawancara atau tes adalah satu tantangan yang bagi banyak orang sulit untuk ditembus.

Anda mungkin juga akan atau sudah mengalami surat lamaran kerja yang tidak digubris oleh perusahaan padahal sudah menulisnya sesuai dengan format yang baik dan benar.

Namun surat lamaran tidak hanya tentang format yang benar dan tata bahasa yang baik, namun juga memiliki isi yang bisa menjual diri Anda pada perusahaan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang umumnya membuat surat lamaran tidak masuk ke tahap selanjutnya:

1. Terlihat kurang percaya diri

HRD bisa membaca karakter seseorang dari bagaimana ia menulis surat lamarannya.

Jika dalam surat ditemukan gaya bahasa yang menunjukkan ketidakpercayaan pada kemampuan diri sendiri bagaimana perusahaan bisa percaya dengan kemampuan Anda?

Ganti kalimat “Saya rasa saya adalah orang yang tepat untuk posisi ini” menjadi “Saya adalah orang yang tepat untuk posisi ini karena kemampuan saya di bidang…..”

2. Gambaran yang terlalu umum mengenai kemampuan diri

Misalnya Anda melamar untuk posisi programmer, maka sebaiknya gunakan kalimat “Saya adalah seorang programmer dengan kemampuan JavaScirpts, MySQL, …..” akan terlihat lebih informatif dibandingkan “Saya adalah programmer dengan kemampuan yang cukup ahli”.

3. Alasan melamar yang kurang profesional

Perusahaan ingin merekrut SDM yang bisa memberikan kontribusinya terhadap perkembangan perusahaan.

Maka alasan Anda melamar di perusahaan tersebut harus bisa menguntungkan perusahaan.

Hindari menulis alasan seperti “ingin mendapatkan pengalaman di bidang kerja” atau “melamar pekerjaan karena untuk menghidupi keluarga”.

4. Kalimat yang bertele-tele

Membuat surat lamaran kerja akan melatihmu untuk membuat kalimat dengan lebih efektif. Tidak perlu menggunakan kalimat intro yang panjang, langsung utarakan apa yang jadi poin utama Anda.

Misalnya dengan menulis “Saya memiliki kemampuan di bidang………..” bukannya menulis “Seperti yang ditulis di CV saya memiliki kemampuan…………” tanpa disuruh pun HRD akan melihat CV Anda setelah membaca surat lamaran.

5. Salah eja dan tata bahasa

Menulis dengan ejaan yang salah dan juga tata bahasa yang berantakan akan membuat surat lamaran Anda terlihat tidak profesional.

Oleh karena itu sebelum dipilih cek dan baca kembali surat lamaran Anda, pastikan semua ejaannya sudah benar, menggunakan kata baku, dan menggunakan tanda baca yang tepat. 

Tentu saja surat lamaran kerja menjadi elemen penting dalam proses perekrutan kerja. Melalui surat tersebut, pihak pelamar bisa memperlihatkan data diri sekaligus kemampuan yang dianggap memenuhi kriteria kerja.

Di sisi lain, perusahaan dapat menilai kualitas dari para pengaju lamaran lewat surat tersebut.

Berikut ini ada sepuluh contoh surat lamaran dari berbagai bidang sebagai bahan referensi. 

Surat Lamaran Pekerjaan

Contoh Surat Lamaran Pekerjaan 1

Kepada Yth,
Manajer HRD
PT. Muda Persada
Jakarta Selatan

Dengan hormat,

Sesuai dengan iklan lowongan pekerjaan yang diunggah di akun Instagram PT. Muda Persada pada tanggal 23 April 2018, saya mengajukan diri untuk bergabung pada posisi online marketing dengan data diri:

Nama: Anton Wijaya
Usia: 23 tahun
Pendidikan terakhir: Universitas Pancasila (S1)

Saya memiliki kemampuan pemasaran lewat media sosial yang baik dan menggunakan aplikasi MS Words, dan internet. Saya juga melampirkan data-data tambahan yang dibutuhkan dalam attachment.

Saya harap Ibu/bapak bersedia memberikan kesempatan wawancara, sehingga saya dapat menjelaskan potensi diri secara maksimal.

Terima kasih atas perhatiannya,

Hormat saya,

Anton Wijaya, S.Ikom.

Contoh Surat Lamaran Pekerjaan 2

Bandung, 11 Juni 2018
Kepada Yth,
Direktur PT. Jaya Kertama
Kabupaten Bandung

Dengan hormat,

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: Ahmad Basori
Tempat, Tanggal Lahir: Bandung, 23 September 1993
Pendidikan terakhir: D3 Sekretaris
Tlp: 081xxxx

Dengan ini saya mengajukan lamaran kerja di perusahaan Bapak/Ibu untuk mengisi posisi sekretaris. Saya mempunyai kemampuan dasar seperti memakai paket Microsoft Office dan surat-menyurat. Adapun lampiran berupa pas foto dan scan ijazah yang saya tautkan di lampiran.

Demikian surat lamaran yang saja ajukan. Besar harapan Bapak/Ibu membuka kesempatan ke tahap selanjutnya agar saya dapat menunjukkan potensi diri secara maksimal.

Terima kasih atas perhatiannya.

Salam hormat,

Ahmad Basori.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *